Dasar-Dasar Pendidikan

Artikel

Dasar pendidikan penting dipahami oleh seseorang yang akan terjun kedunia pendidikan. Karena hal tersebut merupakan prinsip mendasar yang dijadikan pedoman bagi seorang guru dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai guru.

 

Dasar-dasar pendidikan terdiri dari Landasan dan Azas pendidikan.

 

 

Landasan Pendidikan

Kerangka dasar tentang pendidikan yang berfungsi untuk memahami latar belakang, sumber dan akar dari profesionalisme dalam pendidikan.

 

Macam-macam landasan pendidikan:

  • Landasan filosofi
  • Landasan Iptek
  • Landasan sosiologis
  • Landasan Psikologi Pendidikan
  • Landasan Religius

 

 

Azas Pendidikan

Pengetahuan dasar atau asumsi dasar tentang penyelenggaraan pendidikan yang memberikan pemahaman teoritis maupun praktis mengenai penggunaan prinsip-prinsip dasar dalam pendidikan.

 

Azas-azas pendidikan yang penting:

  • Azas yang berkaitan dengan peran guru
  • Azas pendidikan mengenai Long Life Education
  • Azas pendidikan yang berkaitan dengan kurikulum
  • Azas pendidikan dengan tujuan pendidikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PSIKOLOGI PENDIDIKAN

 

 

 

 

PENGERTIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Proses interaksi psiko-fisik dalam sosiokultural yang antropologis, filosofis normatif

Atau Suatu kegiatan yang menyangkut interaksi kejiwaan antara pendidikan dan peserta didik dalam suasana nilai – nilai budaya dan kemanusiaan.

 

 

 

PEMAHAMAN TERHADAP LANDASAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

 

PSIKOLOGI BEHAVIORISTIK = TRANSMISION

Ahli psikologi behavioristik : Thordike & Skinner

Bahwa pendidikan adalah hasil pembentukan melalui kondisi lingkungan :

  1. Perilaku yang dipelajari dengan adanya Stimulus-Respon
  2. Manusia cenderung pada kesenangan dan menghindari kesakitan.
  3. Perilaku ditentukan oleh lingkungan

 

 

 

PSIKOLOGI KOGNITIF

Ahli : Dewey, Lewin dan Kohler

Bahwa Pendidikan harus memandang tahap-tahap perkembangan kognisinya. Dan proses pembelajaran untuk anak dan orang dewasa, berbeda pendekatannya.

  1. Motivasi belajar intrinsic (dari diri sendiri)
  2. Kurikulum dan metodologi mengembangkan ketrampilan dasar berfikir serta bahan pelajaran
  3. Berpusat pada anak, guru berfungsi membimbing anak dalam belajar bereksplorasi dan bereksperimen.

 

 

PSIKOLOGI HUMANISME

Ahli : Rogers dan Gestalt

Bahwa Pendidikan adalah Proses Pengaktualisasian diri, pengembangan potensi dan integral, bermakna dan berfungsi.

  1. Adanya perlakuan individual berdasarkan kebutuhan
  2. Motivasi belajar intrinsik : pemuasan kebutuhan individu
  3. Pengembangan sosial, komunikasi, kebutuhan kelompok dan inividu
  4. Learning by doing

 

 

 

 

 

 

PSIKOLOGI ANAK

 

 

 

PENGERTIAN PSIKOLOGI ANAK

Ilmu yang mempelajari tingkah laku anak yang berusia 2 – 6 tahun (masa kanak-kanak awal) dan 6 – 12 tahun (masa kanak-kanak akhir).

 

Ilmu ini penting dipelajari untuk membantu menganalisa dan membuat solusi-solusi berbagai permasalahan pada anak, memahami tahap perkembangan dan psikologinya serta membantu mengoptimalkan Kegiatan Belajar Mengajar.

 

 

 

TAHAP PERKEMBANGAN DAN PSIKOLOGI BERDASARKAN USIA

 

  1. MASA KANAK-KANAK AWAL (4 – 5 TAHUN)
JENIS

PERKEMBANGAN

KARAKTERISTIK LATIHAN PENGEMBANGAN
PERKEMBANGAN  MOTORIK :

Proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak

–   Motorik kasar masih   berkembang

–   Motorik harus belum dapat dioptimalkan dengan baik

–   Mengembangkan motorik kasar, denan permainan seperti ber-lari, menendang, jinjit, berguling, melompat, melompat dengan satu kaki, berjalan mundur, dan lain-lain.

–   Melatih Motorik halus dengan latihan melipat, menggunting, me-warnai, puzzle, mengikat tali sepatu, dan lain-lain.

PERKEMBANGAN BICARA :

Keterampilan mengeluarkan kata dan merangkainya sehingga memiliki arti.

–   Belum lancar bicara

–   Keterampilan memahami kata-kata masih berkembang

–   Belum ekspresif dalam mengungkapkan perasaan.

–   Mengembangkan kemampuan bicara dengan menjawab pertanyaan dengan lantang

–   Latihan Mengekspresikan apa yang dirasakan.

PERKEMBANGAN EMOSI :

Keterampilan memahami emosi dan mengolahnya

–   Belum memahami apa yang sedang dirasakan atau dialamai

–   Memberikan reaksi yang sama untuk semua situasi.

–   Mengenalkan berbagai emosi, seperti senang, gembira, marah, benci, sayang, takut, dan lain-lain.

–   Mengembangkan emosi-emosi positif anak.

PERKEMBANGAN SOSIAL :

Keberhasilan seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap orang lain

–   Hanya mengenal lingkungan rumah

–   Merasa aman dengan orang yang sudah dikenal.

–   Berlatih mengenal teman-temannya

–   Melatih beradaptasi dengan lingkungan

–   Permainan berkelompok

PERKEMBANGAN BERMAIN :

Setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan, tanpa hasil akhir

–   Bermain sendiri dengan mainan

–   Bermain dengan menggunakan motorik kasar

–   Meniru

–   Bermain dengan alat, seperti bola, kartu, karet, dan lain-lain.

–   Bermain peran

–   Permainan kelompok

 

 

  1. MASA KANAK-KANAK AKHIR (6 – 12 TAHUN)
JENIS

PERKEMBANGAN

KARAKTERISTIK LATIHAN PENGEMBANGAN
PERKEMBANGAN  MOTORIK :

Proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak

–   Motorik kasar sudah terlatih sudah sangat terlatih

–   Motorik halus sudah terampil, tetapi tetap butuh latihan

–   Meningkatkan keterampilan motorik kasar, dengan permainan seperti berlari,

–   Meningkatkan keterampilan motorik halus dengan latihan melipat, menggunting, meronce, membuat ukiran, dan lain-lain.

PERKEMBANGAN BICARA :

Keterampilan mengeluarkan kata dan merangkai sehingga memeiliki arti

–   Anak sudah mampu menyusun kalimat yang memiliki arti

–   Dapat mengungkapkan dengan tepat apa yang dirasakan

–   Mengembangkan kemampuan bicara dengan menjawab pertanyaan dengan lantang

–   Latihan Mengekspresikan apa yang dirasakan

–   Mengarang sebuah cerita

PERKEMBANGAN EMOSI :

Keterampilan memahami emosi dan mengolahnya

–   Anak telah mampu mengenali emosinya

–   Secara emosi telah siap mental untuk belajar

–   Melatih mengolah dan mengendalikan emosi, seperi senang, gembira, marah, benci, sayang, takut, dan lain-lain.

–   Melatih kepedulian anak terhadap lingkungannya

–   Melatih mengekspresikan emosinya dengan sikap yang positif

PERKEMBANGAN SOSIAL :

Keberhasilan seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap orang lain

–   Memiliki kelompok dalam bermain

 

–   Berlatih mengenal teman-temannya lebih jauh, hobi, keluarga, dll

–   Melatih beradaptasi dengan lingkungan

–   Permainan berkelompok

PERKEMBANGAN BERMAIN :

Setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan, tanpa hasil akhir

–   Permainan sudah lebih bervariasi

 

–   Bermain dengan alat, seperti bola, kartu, karet, dan lain-lain.

–   Bermain peran

–   Permainan kelompok

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

 

 

 

 

  1. UNSUR-UNSUR KEGIATAN PEMBELAJARAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berkaitan dengan unsure-unsur pembelajaran, secara singkat meliputi :

  1. Instrumental Input, meliputi : Pendidik, kurikulum, media, materi belajar.
  2. Raw Input, meliputi : peserta didik.
  3. Other Input , meliputi : sarana belajar dan sarana penunjang lainnya.
  4. Environmental Input , yaitu lingkungan belajar.
  5. Process, yaitu interaksi antara semua input.
  6. Output, yaitu hasil belajar yang akan dicapai.
  7. Impact (Outcame), yaitu dampak dari hasil belajar terutama berkaitan dengan pembelajaran robotik dan pelajaran di sekolah.

 

 

  1. STRATEGI

 

STRATEGI
INSTRUKTUR / GURU Beserta Peranannya
PROFESIONALISME DALAM PENGELOLAAN KELAS
Tercapainya Tujuan, Target Belajar dan Hasil Belajar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

 

  1. Pengertian “Strategi”
  1. Mengidentifikasikan serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi pembelajaran
  2. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar (pembelajaran)
  3. Memilih, menetapkan prosedur, metode, teknik pembelajaran yang tepat dan efektif yang dijadikan pedoman oleh guru
  4. Menetapkan standard dan evaluasi keberhasilan dalam pembelajaran dan dijadikan pedoman untuk pembelajaran selanjutnya.

 

  1. Ruang Lingkup Strategi Belajar Mengajar

Strategi Belajar Mengajar harus memperhatikan ruang lingkupnya yang merupakan sasaran yang harus dicapai :

  1. Konsep dasar SBM
  2. Sasaran kegiatan Pembelajaran
  3. Belajar merupakan sebuah system
  4. Hakikat Pembelajaran
  5. Memahami karakteristik siswa
  6. Memahami pola belajar siswa
  7. Pemilihan system Pembelajaran
  8. Pengorganisasian dan pengelolaan kelas.

 

  1. Pelaksanaan Strategi Belajar Mengajar
  1. Perencanaan Pembelajaran
  2. Pengorganisasian Pembelajaran
  3. Pengelolaan dan Pelaksanaan Pembelajaran
  4. Evaluasi dan Pengawasan

 

  1. Sasaran Yang Diharapkan
  1. Memahami konsep Pembelajaran
  2. Memiliki sistem, metode dan pendekatan Pembelajaran
  3. Memiliki pengetahuan dalam pengelolaan kelas
  4. Memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam pembelajaran
  5. Memiliki Kompetensi dalam mengajar Pembelajaran Robotika

 

 

 

  1. KETERAMPILAN-KETERAMPILAN PEMBELAJARAN

Keterampilan yang harus dikuasai oleh guru untuk mengoptimalkan proses pembelajaran perlu dipelajari oleh guru, sehingga tercapainya tujuan pembelajaranny. Keterampilan pembelajaran yang harus dikuasai adalah :

  1. keterampilan bertanya
  2. keterampilan memberi penguatan
  3. keterampilan mengadakan variasi
  4. keterampilan menjelaskan / penguasaan materi dan penyampainnya
  5. keterampilan membuka dan menutup pelajaran
  6. keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
  7. keterampilan mengelola kelas
  8. keterampilan mengajar perseorangan (privat).

 

Dengan demikian strategi dan pengelolaan pembelajaran kursus Robotik harus dalam suasana penuh keceriaan dan fun dalam belajar. Untuk itu guru-guru robotic diperlukan kreativitas dan inovasi dalam menerapkan metode dan teknik yang efektif digunakan di kelas, misalnya membuat permainan (games) baru yang berkaitan dengan materi belajar, role playing, bercerita, dan lain-lain.

 

 

  1. KEMAMPUAN-KEMAMPUAN DASAR

 

Kegiatan belajar mengajar adalah kegiatan utama dari profesi yang memiliki tujuan diantaranya adalah membentuk para siswa terampil dalam menguasai pelajaran dan melaksanakan tugas-tugasnya. Sedangkan unsur penting di dalam proses mengajar adalah :

  1. Apa yang disajikan (what to feach)
  2. Bagaimana caranya menyajikan (How to feach)

 

Untuk itu kemampuan-kemampuan dasar harus dimiliki oleh seorang guru adalah sebagai berikut :

  1. Mengelola waktu dan tenaga dengan baik
  2. Memiliki metode yang efektif dan semudah-mudahnya dalam menyampaikan pelajaran
  3. Mempunyai target untuk mencapai hasil yang setinggi-tingginya dengan membangkitkan minat dan menarik perhatian siswa.

 

Adapun yang harus dijadikan Pedoman dasar mengajar adalah sebagai berikut :

  1. Menggunakan bahasa yang baik dan benar serta mudah dipahami oleh anak
  2. Suara dan intonasi harus jelas dan terdengar oleh siswa
  3. Pergunakanlah sebanyak mungkin upaya untuk menstimulus indera siswa
  4. Banyak memberikan motivasi ke siswa.
  5. Periksalah kemajuan langkah demi langkah (amati)
  6. Perlu mengetahui teknik berbicara yang baik, diantaranya :
  • Tidak terlalu repot
  • Bersemangatlah namun tetap dikuasai
  • Jagalah agar jangan sampai menjemukan
  • Suara jelas dan tegas.
  1. Perlu diperhatikan teknik bertanya.
  2. Sikap dan tindakan guru yang harus mendapat perhatian
  • Sikap tidak dibuat-buat
  • Caranya berpakaian yang baik dan menjaga kebersihan diri
  • Jagalah hubungan yang baik antara guru dan siswa
  • Selingilah dengan humor dan lelucon
  • Hindarilah kebiasaan-kebiasaan yang berlebih-lebihan
  • Seringlah buat anjuran seperti : teladan yang baik, pujian, hadiah, adakan perlombaan dalam kelompok.

 

 

 

 

 

PENGELOLAAN KELAS

 

 

 

  1. DEFINISI

Kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar yang efektif dan efisien.

Pengelolaan kelas merupakan seni dalam Kegiatan Belajar Mengajar yang komplek karena membutuhkan keterampilan, pengalaman bahkan kepribadian serta sikap dan nilai seorang guru yang sangat berpengaruh pada pengelolaan kelas.

 

 

  1. PRINSIP-PRINSIP PENERAPAN PENGELOLAAN KELAS
  • Kehangatan dan antusias
  • Tantangan
  • Bervariasi
  • Keluwesan
  • Penekanan pada hal-hal yang positif
  • Penanaman disiplin diri.

 

 

  • KOMPONEN KETRAMPILAN DALAM PENGELOLAAN KELAS
  1. Keterampilan dalam penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (preventif). Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan guru berinisiatif dan mengendalikan KBM, yang kegiatannya meliputi :
    1. Menunjukkan sikap tanggap
    2. Memberi perhatian
    3. Memusatkan perhatian
    4. Memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas
    5. Menegur
    6. Memberi penguatan
  2. Keterampilan dalam pengembalian dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (kuratif). Keterampilan yang berhubungan dengan respon / stimulus/ treatment guru terhadap siswa yang bermasalah secara berkelanjutan dengan maksud mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Strategi yang dilakukan :
  1. Modifikasi tingkah laku
  2. Pendekatan dengan pemecahan kelompok
  3. Menentukkan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.

 

  1. HAL-HAL YANG HARUS DIHINDARI
    • Campu tangan yang berlebihan dalam pemecahan masalah
    • Mendiamkan dalam jangka waktu lama
    • Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri Kegiatan Belajar Mengajar
    • Penyimpangan-penyimpangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistematika Pembelajaran Robotika

 

 

MATERI TAMBAHAN

ISTIRAHAT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Referensi:

Training For Teacher-Materi Pelatihan Tingkat 1 Pendidikan Mental Aritmetika

Dari berbagai sumber

 

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*